Dari Ragnarok hingga Kaskus: Ketika Warnet Membentuk Budaya Digital Indonesia
Ada masa ketika internet bukan sesuatu yang berada di dalam saku kita. Untuk membuka email, seseorang harus berjalan ke sebuah warnet (warung internet). Untuk…
Read MoreAda masa ketika internet bukan sesuatu yang berada di dalam saku kita. Untuk membuka email, seseorang harus berjalan ke sebuah warnet (warung internet). Untuk…
Read MoreCoba tanyakan kepada seorang investor seperti apa Indonesia. Jawabannya mungkin akan berkaitan dengan potensi market, tingkat konsumsi, dan mungkin penetrasi internet juga sosial media.…
Read MoreLima tahun setelah Spider-Man: No Way Home (2021), Peter Parker akhirnya kembali. Bukan sebagai remaja yang berusaha mencari tempat di tengah para Avengers, bukan…
Read MoreChristopher Nolan tidak membuat The Odyssey sebagai film petualangan klasik tentang seorang pahlawan yang berlayar melintasi lautan untuk berperang dan kemudian kembali ke rumah.…
Read MoreThe global puppetry scene has always occupied a fascinating, slightly surreal corner of pop culture. From the counter-culture subversion of The Muppets in the…
Read MoreDulu Dilan pernah berkata “rindu itu berat, biar aku saja.” Dilan kini memperlihatkan bahwa yang berat tidak hanya rindu, tapi juga mencari sosok yang…
Read MoreKelompok teater asal Bandung yakni GeenTheatre kembali menggelar pertunjukan teater di tahun 2026. Kali ini mereka tampil dengan lakon berjudul ‘BigBang’. BigBang merupakan pertunjukan…
Read MoreBagi masyarakat urban, kalender masehi menjadi patokan dalam menentukan jadwal cuti, namun kebutuhan “bilogis-kebudayaanlah” yang menggerakkan kaki orang-orang menuju terminal, stasiun, dan pelabuhan. Pulang…
Read MoreSetiap akhir Desember, ruang digital Indonesia mengalami fenomena yang nyaris seragam. Linimasa dipenuhi ucapan perpisahan terhadap tahun yang berlalu dan salam optimistis untuk tahun…
Read More