Home » Native Isekai, Ketika Anime Genre Isekai Membayang-bayangi Anime Bergenre Fantasy

Native Isekai, Ketika Anime Genre Isekai Membayang-bayangi Anime Bergenre Fantasy

“Anime genre ‘Native Isekal’ kesukaan kalian apa?” tanya seorang pengguna Facebook bernama Hafizh Derian di grup Cartoonpost III. Dalam postingan tersebut, ia menyebut anime Sousou no Frieren (2023) dan Goblin Slayer (2018) sebagai native isekai. Alasannya? Karena kedua anime tersebut menceritakan karakter utama (main character/MC) yang tidak datang dari dunia lain.

Postingan tersebut memantik diskusi dan polemik. Dalam komentarnya, seorang anggota grup Cartoonpost III bernama Todd mengatakan bahwa native isekai tidak ada dan tidak dipergunakan, yang benar adalah genre fantasy. Anggota lainnya, HolyYuzu, tertawa ketika membaca kata native isekai, yang ia sebut sebagai isekai pribumi. Kedua komentar tersebut mendapatkan respon yang tinggi oleh anggota grup.

Pertanyaan Hafizh, yang telah viral ke berbagai platform media sosial, memantik diskusi di kalangan wibu mengenai makna native isekai. Baik artikel Adi Suryo Nugroho di Nawala Karsa dan artikel anonim di MediaFormasi kompak menyebut native isekai sebagai sesuatu yang mengada-ada. Mereka menyatakan bahwa genre native isekai merupakan pengaburan dari genre fantasy, genre yang menjadi leluhur genre isekai yang populer saat ini.

Pertanyaan yang diajukan Hafizh mengenai native isekai di grup Cartoonpost III, courtesy of Facebook/Cartoonpost III

Apakah genre fantasy tidak lagi seksi, sehingga seorang Hafizh Derian perlu memaknainya sebagai native isekai? Apakah genre isekai sudah overpopulated, sehingga genre fantasy harus dikait-kaitkan dengan isekai? Juga, apa itu isekai?

Genre fantasy dalam dunia anime sudah sama tuanya dengan kemunculan anime di Jepang itu sendiri. Sulit memastikan kapan anime bergenre fantasy muncul untuk pertama kalinya di dunia. Satu hal yang dapat dipastikan, mengutip artikel Gamerant, beberapa anime produksi Studio Ghibli, seperti Castle in the Sky (1986) dan My Neighbor Totoro (1988) menjadi pelopor tumbuhnya genre ini dalam industri anime.

Ketika genre fantasy susah ditelusuri secara mendalam, keberadaan genre isekai lebih mudah untuk diamati. Mengutip sebuah artikel oleh Mike Toole berjudul Old School Isekai, beberapa anime dengan genre ini muncul pada paruh pertama 1980-an. Anime seperti Aura Battler Dunbine (1983) dan Super Mario Bros: The Great Mission to Rescue Princess Peach! (1986) menjadi template bagi genre isekai pada periode berikutnya.

Super Mario Bros: The Great Mission to Rescue Princess Peach! (1986), anime isekai awal yang diproduksi Jepang, courtesy of Side Questing

Genre isekai menjadi populer dalam industri anime di Jepang semenjak kemunculan anime Swort Art Online (2012). Anime ini, yang mengisahkan perjalanan Kazuto Kirigaya di dunia video gim, mendorong munculnya anime bergenre isekai lainnya, seperti Re:Zero (2016-2021), No Game No Life (2014), dan Konosuba (2016-2017).

Pertumbuhan dan popularitas genre isekai, pada akhirnya, membayangi genre fantasy, induknya. Sebagai sub-genre dari genre fantasy, semua anime bergenre fantasy akan dikaitkan dengan isekai. Kondisi ini terlihat dalam beberapa list yang diterbitkan media mengenai anime fantasy. Bayang-bayang genre isekai terlihat nyata, sampai-sampai mereka harus menegaskan list mereka dengan “anime fantasy yang bukan isekai.”

Kini, genre isekai memiliki beberapa bentuk utama. Mengutip Otakuline.id, terdapat dua bentuk umum dari isekai, yakni isekai ten’i (pindah dunia) dan isekai tensei (reinkarnasi). Bentuk isekai ten’i menggambarkan seseorang pindah ke dunia lain dengan menggunakan perantara tertentu, seperti memasuki portal dalam anime Gate (2015) dan melalui permainan dalam anime Sword Art Online (2012), No Game No Life (2014), dan Overlord (2015). Sementara, isekai tensei memposisikan seorang makhluk hidup bereinkarnasi menjadi makhluk lain, mulai dari manusia, hewan, hingga vending machine, di dunia lain, seperti Tensei Shitara Slime Datta Ken (2018-2021), Honzuki no Gekokujou (2019-2020), dan Buta no Liver wa Kanetsu Shiro (2023).

Sword Art Online (2012), anime isekai ten’i yang membuat genre isekai menjadi mainstream, courtesy of Anime Corner

Melihat dominasi anime bergenre isekai atas genre fantasy dewasa ini, istilah yang dicetuskan Hafizh mengenai native isekai dapat dipahami secara sekilas. Ia, sebagai wibu generasi baru, yang menyaksikan kejayaan genre isekai dalam industri anime Jepang, memandang bahwa genre isekai adalah induk dari seluruh anime bergenre fantasy.

Hal ini memaksa Hafizh untuk membuat pembagian baru, yakni dengan memisahkan antara isekai yang seperti isekai pada umumnya, yang benar-benar mengisahkan seseorang berpindah kehidupan ke dunia lain, dengan istilah native isekai seperti yang digunakan Hafizh, dan mungkin para wibu generasi baru, yang mengisahkan kehidupan sekelompok orang di dunia lain tanpa mengalami teleportasi atau reinkarnasi.

Sebagai sub-genre dari fantasy, genre isekai tidak sendirian dalam membangun genre fantasy. Tanpa kita sadari, banyak anime yang sekilas tak mengisahkan kehidupan di dunia lain memiliki genre fantasy. Mengutip GGWP, beberapa anime populer seperti One Piece (sejak 1999) dan Attack on Titan (2013-2023) bergenre fantasy. One Piece, dengan adanya buah iblis yang mampu memberikan kekuatan di luar nalar manusia, serta Attack on Titan yang mengisahkan pertarungan pasukan militer dengan titan, masing-masing dapat disebut sebagai adventure-fantasy dan military-fantasy.

One Piece (sejak 1999), anime fantasy yang sangat digemari kaum wibu, courtesy of Bola.com

Dapat dikatakan, popularitas anime bergenre isekai mulai membayangi genre fantasy, induk yang membentuk genre ini. Istilah native isekai yang dicetuskan secara tidak sengaja oleh Hafizh di internet, menunjukan dominasi genre ini dalam industri anime, terlebih dalam benak para generasi Z, yang kini mungkin lebih akrab mendengar istilah isekai ketimbang genre fantasy yang bukan isekai. Bisa dikatakan, kalau seseorang berbicara mengenai anime fantasy dewasa ini, yang pertama kali terlintas dalam benak mereka adalah judul-judul ainme isekai.

Lalu, bagaimana dengan istilah native isekai? Bagi saya, itu merupakan istilah bodoh, dan tidak akan dipergunakan untuk menyebut anime bergenre fantasy.

Subscribe
Notify of
guest
5 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
temprory email
temprory email
1 month ago

Usually I do not read article on blogs however I would like to say that this writeup very compelled me to take a look at and do so Your writing taste has been amazed me Thanks quite nice post

does puravive really work
does puravive really work
1 month ago

I loved even more than you could possibly be able to accomplish right here. The picture is beautiful, and your language is elegant; yet, it appears that you are rushing through it, and I believe that you ought to give it another shot in the near future. That is something that I will most likely do again and again if you protect this hike.

doorhandles
doorhandles
26 days ago

Excellent blog here Also your website loads up very fast What web host are you using Can I get your affiliate link to your host I wish my web site loaded up as quickly as yours lol

Gluco Relief
Gluco Relief
18 days ago

Usually I do not read article on blogs however I would like to say that this writeup very compelled me to take a look at and do it Your writing style has been amazed me Thank you very nice article

Glucorelief
Glucorelief
18 days ago

Somebody essentially help to make significantly articles Id state This is the first time I frequented your web page and up to now I surprised with the research you made to make this actual post incredible Fantastic job

UP!
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Pinterest
Pinterest
fb-share-icon
6
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x