Categories Film Review

Review, The Great Flood (2025)

Korea Selatan kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam meramu karya visual yang memanjakan mata tanpa melupakan kekuatan cerita. Menutup tahun 2025, The Great Flood hadir dengan ide yang terasa segar mengawinkan kehangatan emosi dengan ketegangan bencana alam.

Film ini dibuka lewat adegan sederhana antara seorang ibu dan anak yang terasa hangat dan manusiawi. Namun, ketenangan itu segera pecah ketika banjir bandang mulai menerjang. Air perlahan merembes ke dalam kamar apartemen An-na (Kim Dami), memaksanya bergerak cepat menyelamatkan diri sambil membawa anak lelakinya di tengah situasi yang kian mencekam.

Menariknya, penonton tak perlu dipusingkan dengan teka-teki berlapis atau plot yang berbelit. The Great Flood memilih jalur yang blak-blakan dan lugas. Sejak awal, identitas An-na dan anaknya sudah diperlihatkan dengan jelas. Tanpa mengandalkan plot twist besar, film ini fokus pada satu hal: ketegangan murni dari upaya An-na bertahan hidup, sekaligus mencari anaknya yang terpisah dan bersembunyi di tengah kekacauan.

Kim Dami as An-na. Courtesy of Cultura.

Fokus ini membuat The Great Flood terasa lugas dan efisien. Film berjalan cepat, langsung ke inti konflik, tanpa distraksi subplot atau gimmick naratif seperti time-loop yang sering muncul pada film sejenis. Ketegangan dibangun secara linear melalui satu sumber utama: air yang terus naik dan ruang aman yang semakin menyempit.

Saat menonton potongan behind the scene, saya sempat terkesan dengan besarnya usaha tim produksi untuk menghadirkan banjir bandang yang terasa nyata, bahkan dengan penggunaan air sungguhan. Sayangnya, kesan tersebut tak sepenuhnya terjaga dalam visualisasi banjir di luar apartemen. Genangan air tampak terlalu tenang, menyerupai laut yang diam, tanpa membawa benda-benda mati dari kejauhan sebagaimana bencana seharusnya terasa.

Meski begitu, The Great Flood tetap memiliki keistimewaan pada ide ceritanya yang segar. Film ini piawai memainkan emosi penonton lewat hubungan ibu dan anak yang getir. Kehadiran aktor dan aktris yang cekatan serta mumpuni juga menjadi penopang penting, seolah membantu film ini berdiri kokoh lewat kekuatan akting mereka. Kode-kode yang disisipkan pun tampil jelas dan tidak berusaha disembunyikan, membuat pesan film mudah ditangkap sejak awal.

Kim Dami and Park Hae Soo. Courtesy of The Guardian.

Menyatukan tema survival dengan drama keluarga merupakan langkah berani yang dijalankan dengan cukup meyakinkan. The Great Flood terasa otentik dan layak diapresiasi, meski tak menawarkan plot twist besar. Film ini seakan menegaskan bahwa sebuah cerita tetap bisa terasa kuat dan berkesan tanpa harus mengejutkan penonton di setiap belokan.

The Great Flood membuktikan bahwa ketegangan tidak selalu lahir dari kejutan, melainkan dari penceritaan yang rapi dan emosi yang dijaga konsisten. Dengan konflik yang jelas dan minim celah cerita, film ini meninggalkan kesan bahwa kesederhanaan yang dikelola dengan serius justru mampu menghasilkan tontonan yang solid dan berdaya tahan lama.

Our Score: 8,5/10

Judul: The Great Flood (2025)
Sutradara: Kim Byung-Woo
Genre: Drama, disaster, sci-fi
Pemeran: Kim Dami, Park Hae-Soo, Hee-Jo

Written By

Petricia Putri Marricy

A Dullahan (Senior Writer) at Monster Journal.
A woman issue enthusiasts and a fan of Angelina Jolie and Keigo Higashino.
Currently a student at English Literature department and soon to be a graduate.
(petriciamarricy@gmail.com)

More From Author

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

You May Also Like