Categories Film Review

Hamnet (2026), Seni dan Tragedi a la Shakespeare

William Shakespeare dikenal sebagai seorang sastrawan kawakan yang karyanya dipelajari dari masa ke masa. Salah satu karya besarnya, The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark, bahkan masuk ke dalam salah satu bahan ajar program studi Sastra Inggris.

Tahun ini, sebuah film tentang alasan The Tragedy of Hamlet diciptakan rilis pada akhir bulan Februari dengan judul Hamnet. Dibuka dengan gambar gerak pelan berupa lanskap pepohonan, film ini sukses menghadirkan perasaan tenang dan kedamaian.

Namun, tidak seperti tangkapan-tangkapan kamera pada awal cerita dimulai, kisah yang disajikan begitu menukik tajam mengantar penonton ke dalam perasaan cemas, sedih, dan nyaris menderita. Pasalnya, Hamnet bercerita tentang William Shakespeare (Paul Mescal) dan Agnes (Jessie Buckley) yang kehilangan salah satu dari anak kembarnya, Hamnet (Jacobi Jupe). Meski, film ini serupa tragedi yang menyakitkan, Hamnet juga sukses menyalurkan perasaan positif melalui adegan-adegan manis keluarga Shakespeare.

Keindahan setiap lanskap yang ditangkap, kisah keluarga yang manis dan penuh tawa, serta cinta kasih di antara Agnes dan Shakespeare begitu memesona, walaupun tak mengaburkan betapa kehilangan Hamnet menghancurkan keluarga utuh tersebut.

Agnes (Jessie Buckley) & William Shakespeare (Paul Mescal). Courtesy of FilmBook.

Setiap gambar yang ditangkap menimbulkan pertanyaan. Penonton diajak mengira-ngira tentang makna yang disalurkan dari setiap tangkapannya. Salah satunya dari lubang pohon besar di tengah hutan tempat Agnes melahirkan putri pertamanya, Susanna (Bodhi Rae).

Konflik nyata timbul setelah kematian putranya. Masing-masing mulai murung dan jarak menjulang panjang di antara keduanya. Kemudian, lahirlah The Tragedy of Hamlet, Prince of Denmark sebagai penutup film tersebut. Dengan samar, Agnes menangkapnya sebagai ruang Shakespeare melukis duka. Di situlah keindahan kembali muncul. Emosi tertangkap begitu dramatis.

Hamnet (Jacobi Jupe), Susanna (Bodhi Rae), & Judith (Olivia Lynes). Courtesy of IMDb.

Hamnet lahir bukan hanya sebagai karya seni visual luar biasa, tetapi juga sebagai pengingat bahwa Shakespeare pernah begitu terpuruk dan berduka. Shakespeare merayakan dukanya dengan seni yang lantas dapat disaksikan oleh siapa pun.

Tragedi ini memang sudah berakhir dan hidup Hamnet tidak bertambah, tetapi Shakespeare sukses besar menghidupkan kembali anaknya ke dalam sebuah karya yang terus menjadi pengingat. Hamnet hidup, sebagaimana Shakespeare ingini.

Our Score: 9/10

Judul: Hamnet (2026)
Sutradara: Chloé Zhao
Penulis: Chloé Zhao, Maggie O’Farrell
Produser: Sam Mendes, Steven Spielberg, dll.
Rumah Produksi: Hera Pictures, Neal Street Productions, dll.
Pemain: Jessie Buckley, Paul Mescal, Emily Watson, Joe Alwyn, Jacobi Jupe

Written By

Petricia Putri Marricy

A Dullahan (Senior Writer) at Monster Journal.
A woman issue enthusiasts and a fan of Angelina Jolie and Keigo Higashino.
Currently a student at English Literature department and soon to be a graduate.
(petriciamarricy@gmail.com)

More From Author

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

You May Also Like