Categories Focus Opinion

Polemik Yasuke dan Bagaimana Sejarah Bisa Digambarkan dalam Budaya Populer

“Dia bukan samurai, cuma retainer, ud gitu cuma 15 bulan sebelum Nobunaga wafat, lalu dikirim ke Jesuit,” keluh Hendry Chong dalam media sosial Facebook terkait sosok Yasuke dalam gim Assassin’s Creed: Shadows. Keluhan tersebut direspon oleh Nirwana Nirwana, yang menyatakan bahwa Ubisoft, sang developer, hanya berusaha mewujudkan “konten divershity.” Klaudius Samudra, dengan nada sarkas, mengatakan bahwa Yasuke adalah “penemu dan penjual jagung susu keju” alih-alih seorang samurai.

Keluhan yang diutarakan Hendry Chong dan Nirwana Nirwana tidak berdiri sendiri. Gamers Jepang juga mengeluhkan kehadiran Yasuke, yang digambarkan sebagai seorang samurai, dalam gim terbaru besutan Ubisoft tersebut. Hingga 24 Mei 2024, trailer gim Assassin’s Creed: Shadows yang diunggah kanal YouTube Ubisoft Japan telah mendapat 43 ribu dislike.

Trailer gim Assassin’s Creed: Shadows yang diunggah oleh akun Ubisoft Japan, hingga 13 Juni 2024 telah dihujani sebanyak 48 ribu dislike

Kolom komentar trailer tersebut juga dipenuhi kekecewaan gamers Jepang. Seorang dari mereka, @Kazuya1008, menyatakan bahwa Ubisoft telah membenarkan “hal-hal yang menyimpang,” menjadikannya sebagai “fakta sejarah.” Pengguna lainnya, @mainekojirou, bahkan marah sekaligus kecewa, karena harapan untuk melihat “karakter Jepang yang keren” seperti Altair atau Alexios harus sirna.

Keputusan untuk menjadikan Yasuke sebagai titik pusat gim Assassin’s Creed: Shadows memantik kembali pertanyaan mengenai representasi kembali sejarah dalam media populer, seperti gim. Apakah developer gim harus memfokuskan diri pada historical accuracy semata, atau bisa mengambil posisi dengan membuat sebuah fantasy history dari sebuah peristiwa sejarah?

Historical Yasuke

Secara historis, sosok Yasuke merupakan sosok historis di dunia nyata. Pada 1579, Yasuke tiba di Jepang bekerja di bawah misionaris Jesuit, Alessandro Valignano. Ia dibawa dari Mozambik, sebuah wilayah di Afrika Timur.

Lukisan folding screen yang menggambarkan kedatangan penjelajah Portugis di Nagasaki, yang diiringi beberapa budak Afrika, courtesy by CNN

Pertemuan Yasuke dengan Oda Nobunaga bermula pada 1581. Ketika itu, warga Kyoto mendobrak pintu kediaman seorang Jesuit yang penasaran melihat seorang berkulit hitam. Menurut Gary P. Leupp dalam artikel Images of Black People in Late Mediaeval and Early Modern Japan 1543-1900, aksi warga Kyoto tersebut dilandasi perasaan eksotis melihat seseorang dengan ciri fisik yang kontras dengan masyarakat Jepang. Mereka beranggapan bahwa orang-orang berkulit hitam datang jauh-jauh ke Jepang “untuk menghibur mereka selama beberapa hari.”

Oda Nobunaga, yang menemukan Yasuke, tertarik dengan penampilan Yasuke. Fisiknya yang berkulit hitam dan tinggi besar. Menurut John G. Russell dalam Excluded Precense: Shoguns, Minstrels, Bodugyards, and Japan’s Encounters with the Black Other, Nobunaga, yang telah melihat Yasuke secara langsung, memintanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya. Ia diminta untuk mandi, membersihkan diri, serta membuktikan apakah warna kulitnya merupakan asli atau hanya sekadar pewarna.

Menyadari bahwa warna kulit Yasuke tidak dapat luntur, membuat Nobunaga terkesan. Dalam catatan kronik Shinchō Kōki (diterjemahkan sebagai The Chronicle of Lord Nobunaga dalam bahasa Inggris) yang ditulis Ōta Gyūchi, pujangga sekaligus biografer awal Oda Nobunaga, dikatakan bahwa Yasuke:

“[berkulit] hitam di seluruh tubuhnya, persis seperti banteng, pria ini terlihat kekar dan memiliki warna wajah yang baik. Terlebih, kekuatanya yang luar biasa setara dengan [kekuatan] sepuluh pria.”

Dalam surat yang ditulis Lourenço Mexia kepada Fater Pero da Fonseca bertanggal 8 Oktober 1581 (diterbitkan dalam Cartas que os padres e irmãos de Compania de Iesus escreuerão dos Reynos de Iapão & China aos dan mesma Companhia dan India, & Europe, desdo anno de 1549 atè o de 1580), Yasuke digambarkan sebagai sosok yang:

“… for que fabia mediocremente a lingoa de Iapaõ, & tinha muitas forças, & algūas manhas boas, de que elle muito gostaua, agora o fauorece ranto que o mandoe por toda a cidade com hum humem feu muito prioado pera que todos feobessem que elle a amau : dizem que o parã Tõno.

(… bisa sedikit berbahasa Jepang, berfisik kuat dan cerah seperti sinar mentari pagi, yang sangat disukai olehnya [Oda Nobunaga], [dan] sekarang ia sangat dihargai [oleh Nobunaga], sampai-sampai [Nobunaga] mengirimnya untuk berkeliling di sekitar kota [Kyoto] dengan beberapa [retainer/pengawal] yang berparas buruk rupa, yang oleh penduduk : menyebutnya [Yasuke] sebagai tono (tuan)).

Selama bersama Nobunaga, Yasuke menemani Nobunaga dalam beberapa ekspedisi militer untuk menguasai Jepang. Setidak-tidaknya, ia tercatat dalam ekspedisi Klan Oda ketika mengalahkan Klan Takeda dan ketika Oda Nobunaga dikhianati oleh Akechi Mitsuhide dalam insiden Honnō-ji.

Lukisan Oda Nobunaga (1534-1582) karya Kanō Sōshū (1551-1601), dilukis pada 1583, courtesy of Wikipedia

Setelah Akechi memutuskan untuk tidak membunuh Yasuke, ia dikirim ke Nanban-ji dan diperlakukan sebagai misionaris Jesuit. Meski dapat dipastikan bahwa Yasuke tidak terbunuh dalam insiden Honnō-ji, riwayat berikutnya seorang Yasuke tidak diketahui, karena namanya tidak muncul kembali dalam catatan sejarah.

Apakah Yasuke dapat dikatakan sebagai seorang samurai? Jika merujuk kepada definisi umum, mengutip Martin Collcutt dalam The “Emergence of the Samurai” and the Military History of Early Japan, sebagai “ksatria profesional, yang mahir dalam berkuda, menggunakan pedang dan panah, serta mampu mengalirkan kuasa dari tanah apanage (fief),” Yasuke bukanlah seorang samurai. Lebih tepat untuk mengatakan Yasuke sebagai seorang budak Mozambik yang mendapatkan posisi sebagai retainer Nobunaga karena warna kulitnya yang eksotis.

Sebagai Samurai Hitam yang Gagah Berani

Kehadiran Yasuke sebagai salah satu sosok historis dalam sejarah Jepang membuatnya tampil dalam budaya populer. Jejak awal Yasuke dalam budaya populer terekam dalam buku cerita anak-anak berjudul Kuro-suke (1968) tulisan Kurusu Yoshio. Dalam buku ini, Kurusan Yasuke, atau Kuro-suke, digambarkan sebagai lelaki yang ceria dan pekerja keras, membuktikan dirinya sebagai salah satu retainer Oda Nobunaga. Ketika insiden Honno-ji, Kuro-suke “bertarung dengan gagah berani” melawan pasukan Akechi Mitsuhide.

Afro, karakter utama dalam franchise Afro Samurai, yang terinspirasi dari kisah Yasuke, courtesy of Anime-Planet

Selain dalam novel, Yasuke juga digambarkan dalam dunia otaku. Perjalanan Hidup Yasuke sebagai seorang “samurai berkulit hitam” menjadi inspirasi hadirnya Afro Samurai. Afro Samurai berkisah tentang pemuda benama Afro, seorang samurah berkulit hitam, dalam misi untuk membalaskan dendam kematian ayahnya. Sosok Afro digambarkan sebagai seorang samurai pemberani, yang akan bertarung menghadapi segala musuh yang menghadang perjalanannya.

Interpretasi kisah hidup Yasuke dalam budaya populer lainnya juga dapat kita temukan dalam serial Yasuke (2021). Mengutip artikel yang diterbitkan Anime News Network, Yasuke mengambil latar belakang Jepang era feodal yang dipenuhi dengan mechs dan magic, Yasuke, seorang ronin, kesulitan untuk mempertahankan ketenangan batinnya setelah melalui masa silam penuh kekerasan. Ketika sebuah desa kecil menjadi pusat pergolakan antara para daimyo yang saling berperang, Yasuke harus mengangkat senjata dan menyelamatkan seorang anak misterius yang menjadi target kekuatan jahat dan daimyo haus darah.

Tidak hanya dalam manga dan anime, Yasuke juga digambarkan dalam gim video. Dalam gim Samurai Warriors 5, Yasuke menjadi salah satu karakter DLC yang dapat dimainkan para gamers. Dalam artikel yang diterbitkan Gematsu, Yasuke digambarkan sebagai seorang samurai berkulit hitam yang mengabdi untuk Oda Nobunaga. Ia setia kepada tuannya, terlepas dari kecenderungannya untuk menjadi seorang lone wolf. Berbeda dengan tiga penggambaran sebelumnya, Yasuke dalam gim ini bersenjatakan sarung tinju, dan menyerang lawan-lawannya dengan pukulan.

Yasuke dalam anime Nobunaga Concerto. Berbeda dengan penggambaran Yasuke dalam media populer lain, ia digambarkan sebagai pria yang pemalu dan penakut alih-alih sebagai seorang yang gagah berani dalam anime ini, courtesy of Duniaku

Yasuke tidak hanya digambarkan sebagai seorang samurai berkulit hitam yang setia dan pemberani. Dalam manga Nobunaga Concerto, Yasuke digambarkan sebagai seorang pemain bisbol profesional yang mengalami pejalanan waktu ke masa Jepang era feodal. Meski digambarkan sebagai seorang plontos yang berbadan besar, dan orang-orang menjulukinnya sebagai demon, ia adalah seorang pria yang pemalu dan penakut.

Penggambaran Yasuke dalam Zeitgeist Saat Ini

Secara historis, Yasuke adalah seorang retainer. Ia menjadi bukti terkesimanya orang Jepang terhadap masyarakat kulit hitam sebagai simbol eksotisme. Keterpukauan Oda Nobunaga menjadikan Yasuke sebagai salah satu abdi dalam pasukannya, yang terkadang membantu mempersiapkan peralatan bagi sang tuan.

Penggambaran Yasuke dalam budaya populer menciptakan sosok Yasuke sebagai seorang “samurai berkulit gelap.” Figurnya digambarkan sebagai seorang ksatria pemberani, membela tuannya dengan taruhan nyawa. Meski begitu, kesempatan untuk menggambarkan Yasuke dengan pendekatan berbeda, dalam hal ini sebagai pria yang pemalu dan penakut dalam Nobunaga Concerto, masih terbuka.

Yasuke dalam anime Netflix berjudul Yasuke (2021). Penggambaran sosok Yasuke dalam media populer menyesuaikan dengan jiwa zaman (zeitgeist) masyarakat yang melakukan rekonstruksi atas kisah historisnya, courtesy of The Daily Beast

Penggambaran sejarah dalam budaya populer tidak berarti membawa peristiwa masa silam secara faithful dalam bingkai masa kini. Ia, menurut Cord Arendes dan Stefanie Samida dalam artikel Historical Culture and Popular Culture, seharusnya lebih menekankan bagaimana masyarakat saat ini memahami sebuah peristiwa masa silam. Emosi (emotion) dan pengalaman (experience) menjadi kata kunci dalam memahami hal ini.

Dalam kasus penggambaran Yasuke dalam Assassin’s Creed: Shadows, Ubisoft tidak banyak melakukan perubahan konstruksi atas sosok Yasuke. Sama seperti dalam Afro Samurai dan Yasuke (2021), ia tetap menjadi tokoh utama dalam peredaran sejarah Jepang masa feodal. Kita mungkin akan menemukan gejolak batin seorang Yasuke, baik sebagai anggota Assassins maupun sebagai seorang hitam di Jepang, dalam gim ini. Gejolak tersebut akan membantu kita melihat lebih dalam interaksi antara masyarakat Jepang dan masyarakat kulit hitam.

Pada akhirnya, sosok Yasuke dalam Assassin’s Creed: Shadows merupakan salah satu upaya untuk mengambarkan kembali tokoh ini dalam budaya populer. Ia tidak harus digambarkan historically accurate. Mengutip Kuntowijoyo dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah, sejarah adalah sebuah rekonstruksi atas masa silam, menyesuaikan dengan jiwa zaman (zeitgeist) masyarakatnya. Tidak ada yang benar dan salah dalam proses rekonstruksi sejarah; yang ada hanyalah apakah ia telah mewakili zeitgeist yang berlaku saat ini atau tidak.

Written By

Avatar

Lich King (Editor) at Monster Journal.
Mostly writing about social and culture.
Also managing a site and community related to history.
Used to work as a journalist. Now working as a history teacher.

(prima.cahyadi.p@mail.ugm.ac.id)

More From Author

Subscribe
Notify of
guest
3 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
bestiptv-smarters
bestiptv-smarters
18 days ago

I loved as much as youll receive carried out right here The sketch is tasteful your authored material stylish nonetheless you command get bought an nervousness over that you wish be delivering the following unwell unquestionably come more formerly again since exactly the same nearly a lot often inside case you shield this hike

bestiptv-smarters
bestiptv-smarters
16 days ago

Usually I do not read article on blogs however I would like to say that this writeup very compelled me to take a look at and do it Your writing style has been amazed me Thank you very nice article

streameastweb
streameastweb
4 days ago

I simply could not go away your web site prior to suggesting that I really enjoyed the standard info a person supply on your guests Is going to be back incessantly to investigate crosscheck new posts

You May Also Like