Categories Feature GameVerse

Pesona Memikat dari Persona

Seri game Persona belakangan ini kerap mendapat berbagai perhatian baik dari media maupun gamers Indonesia. Sebagian karena rilisnya Persona 5 Royal yaitu rilisan gim terbaru Persona yang bisa dimainkan di PC. Sebagian lagi karena Persona memiliki daya tarik yang mengikat semua orang.

Persona adalah gim yang bisa dimainkan oleh semua kalangan. Gameplay nya yang mudah dipahami, memiliki sebuah tantangan namun tidak membuat patah semangat (tidak seperti seri game Dark Souls), cara bermain yang secara teori tidak ada batas dan yang terakhir yaitu adanya sistem dating game.

Unsur gim kencan ini lah yang menjadi daya tarik utama selain beberapa hal yang sudah disebutkan sebelumnya. Karena dengannya, Persona memiliki sebuah pesona yang gim lain sulit untuk direplikasi. Tapi tentu saja, ide mungkin sudah bagus tapi jika eksekusi tersebut berantakan maka ide yang cemerlang akan samanya dengan ide yang suram.

Hal yang menyebalkan adalah eksekusi ide yang dilakukan oleh Persona itu sempurna. Tidak terlalu berlebihan sehingga mengasingkan mayoritas orang yang belum terbiasa dan juga menyediakan yang cukup bagi yang sudah berpengalaman. 

Sehingga, gim-gim Persona mampu memuaskan orang yang senang dengan dating game dan juga orang yang ingin main dengan sistem pertarungan nya saja, tidak terlalu peduli dengan adanya unsur kencan. 

Persona 4 kencan bersama Rise, Courtesy of Atlus

Jika bicara tentang Persona, tidak bisa lepas dari namanya Shin Megami Tensei atau SMT. Karena Persona adalah cabang atau kelanjutan dari SMT yang dimulai pada tahun 1996 oleh Atlus dengan nama Megami Ibunroku Persona atau Revelations: Persona.

Rilisan ini masih ada pengaruh SMT dengan menggunakan visual first person view ketika mengeksplor dungeon. Berbeda dengan rilis selanjutnya yang mulai memakai kamera orang ketiga (third person view). Walaupun begitu, Revelations: Persona masih memiliki beberapa perbedaan. Seperti, mata uang yang digunakan berbeda, jika SMT menggunakan macca, Persona menggunakan yen atau dollar

Perbedaan keduanya adalah perbedaan antara “persona” dan “demons”. Dalam SMT, kita akan merekrut demons (atau shadows jika di Persona) untuk melawan musuh sedangkan dalam Persona, cara melawan musuh adalah dengan persona hati kita sendiri. Kecuali di Persona 2 dan 5, namun dalam kedua gim tersebut shadows akan diubah menjadi persona.

Salah satu hal yang membuat Persona mendapat reputasinya adalah ketika Persona 3 rilis. Dari sinilah Persona mulai bercabang menjadi franchise nya diri sendiri, terlepas dari bayangan SMT. Dan, dari sini pula lah saya merekomendasikan bagi para pemula untuk memulainya, karena memang semudah itu aksesnya.

Revelations: Persona ketika mengeksplor dungeon, Courtesy of Atlus

Selain aspek gim kencannya, mekanik pertarungannya juga mudah untuk dipahami yaitu dengan sistem yang sudah menjadi staple pada gim JRPG era PS1 dan PS2. Alur pertempuran di Persona biasanya berjalan seperti ini, setelah musuh diserang dadakan, kita akan mencari tahu unsur kekuatan (element) dari lawan kita. Mereka kuat terhadap elemen apa, lemah nya kepada apa, lalu kita mencari persona milik kita yang menangkal elemen musuh.

Elemennya apa aja? Ada agi untuk api, bufu untuk es, garu untuk angin, zio untuk listrik, hama untuk cahaya, mudo untuk kegelapan, kou untuk memberkati (buff), ei untuk kutukan, frei untuk nuklir dan terakhir psi untuk psikokinesis. Dengan berjumlah total 10 elemen, ini benar-benar membuat gim yang lebih strategis karena kita harus mempersiapkan rencana untuk setiap elemen yang dijumpai

Jika musuh lemah kepada agi, kita berganti persona yang mempunyai serangan berelemen api. Kebalikannya, jika musuh memiliki serangan bufu, maka kita mengganti persona yang kuat terhadap elemen es. Pergantian persona ini tengah pertarungan menjadikan gim yang lebih menarik dan aktif. Hal tersebut karena kita sebagai pemain harus menganalisis musuh yang dilawan dan mengadaptasi cara bertarung.

Terlihat kompleks, tapi ketika kita main semua ini akan paham secara perlahan. Ini juga menjadi salah satu selling point gim Persona, karena cara kita bermain setiap playthrough itu berbeda sehingga memiliki tingkat replayability yang tiada batas.

Persona 5 serangan bufu dalam pertarungan, Courtesy of Atlus

Tidak terlupakan adalah fitur atribut untuk karakter utama kita. Setiap karakter yang kita kendalikan di gim Persona memiliki yang namanya social stats. Jumlahnya berbeda pada setiap gim tapi kita ambil Persona 5 sebagai contoh, terdapat guts, charm, kindness, knowledge, dan proficiency

Jikalau Persona 3 membuat seri Persona naik daun, di Persona 5 inilah yang membuat nama Persona tersebar di dunia maya. Selain perubahan pada kualitas grafik, banyak yang mengalami perubahan. Pertama adalah cara mendapatkan persona yang kembali lagi seperti Persona 2 dan SMT dengan negosiasi shadows untuk menjadi persona kita. Kedua adalah penambahan elemen yang sebelumnya hanya 6 menjadi 10 dan yang terakhir bertambahnya social stats dari yang 3 menjadi 5.

Semua atribut sosial tersebut bisa ditingkatkan melalui berbagai sistem interaksi sosial yang disediakan. Kamu bisa menjawab pertanyaan guru di kelas untuk meningkatkan knowledge, atau bekerja di cafe sebagai pelayan untuk menambah charm. Terdapat berbagai macam interaksi yang bisa dilakukan dan semuanya harus kamu lakukan dengan bijak karena waktu yang terbatas.

Mengatur waktu adalah hal penting, kita sebagai pemain harus melakukan misi utama. Namun untuk melanjutkannya, kita diharuskan untuk grinding karena musuh yang dilawan akan semakin dan semakin kuat. Tapi jangan khawatir, jika kamu tidak sempurna mengatur waktumu pun masih bisa untuk menyelesaikan gim ini dengan relatif mudah. Hanya saja perlu waktu yang lama dan dedikasi yang kuat.

Persona 3 layar social stats, Courtesy of Atlus

Mari kita simpulkan, gim Persona memiliki beberapa fitur yang menarik pemain untuk memainkannya. Mulai dari fitur dating nya, lalu sistem combat nya yang intuitif, elemen yang membuat pertarungan bervariasi. Social stats yang berfungsi sebagai standar progres di gim, yang terakhir adalah time management sehingga pemain ada insentif untuk menyelesaikan dan melakukan sebanyak mungkin dalam waktu yang terbatas.

Semua itu dilakukan dengan sempurna tapi ada yang kurang. Sesuatu yang mendampingi kita selagi pergi ke sekolah, belajar di perpustakaan, makan di restoran. Hal itu adalah soundtrack atau musik. Selama memainkan Persona, kita akan diiringi musik yang berbeda-beda sesuai dengan lokasi yang dikunjungi selayaknya gim RPG/Adventure pada umumnya. Tetapi, musik-musik yang dikomposisi untuk gim Persona sangatlah authentic sehingga kita tahu ketika mendengarnya, langsung terpikir Persona.

Jika sedang berjalan-jalan menyusuri kota, kita disuguhkan musik yang lambat dan cocok untuk diputarkan sebagai musik latar belakang. Jika kita sedang melawan musuh, musik akan berganti menjadi lagu yang memompa adrenalin dan membuat pertempuran menjadi lebih aktif. Lalu setelah melawan, kita diberikan musik yang menandakan kebahagiaan dan kemenangan. Musik yang dinamis sangat dibutuhkan untuk gim yang sama dinamisnya seperti Persona.  

Sampai di penghujung akhir, setelah membaca semua fitur yang ada di dalam gim Persona, saya sebagai fans mengharap dapat teman yang sama-sama menyukai Persona. Karena diluar gim nya itu sendiri, komunitas atau fandom Persona sangat suportif dan banyak tersedia konten tambahan dalam bentuk mod yang bisa menambah pengalaman gim kamu ke tingkat selanjutnya. Bahkan jika sudah memainkannya sekali tanpa adanya mod, bisa menjadikan permainan yang keduamu menjadi pengalaman yang berbeda dengan mod.

Sekian dari saya surat cinta ini kepada Persona. Jika ingin tanding waifu, joinlah discord kami di https://discord.gg/msj

Written By

Nuruddin Ihsan Affandi

A Dullahan (Senior Writer) at Monster Journal.
An avid fan of anime, manhwa, and other weeb cultures. A tech-geek to the bone.
Currently a student at IT department.
(maximusspeedimus@gmail.com)

More From Author

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

You May Also Like