Home » The Nun II, Sisi Gelap Biara Kembali

The Nun II, Sisi Gelap Biara Kembali

Valak adalah tokoh film yang memorable dengan penampilannya yang mencolok dalam seri The Conjuring. Meskipun Valak tidak hadir dalam semua series The Conjuring, tetapi Valak mampu menjadi sosok yang iconic dalam dunia perfilman horor. Valak hadir dalam beberapa film yang tergabung dalam seri The Conjuring seperti pada The Conjuring 2 dan The Nun 1.

Valak adalah sosok yang menarik, ia adalah tokoh karakter yang menakutkan namun memikat. Bisa dikatakan bahwa Valak adalah kombinasi antara kegelapan dan daya tarik. Namun asal-usul tokoh yang menyita perhatian ini masih menjadi misteri, hal itulah yang berusaha untuk dijawab oleh film The Nun II ini.

The Nun II yang berlatar belakang 1950-an ini langsung bercerita mengenai pertarungan antara para biarawati bersama roh jahat, Valak.  Suster Irene (Taissa Farmiga) telah menjalani kehidupannya sebagai suster Katolik di Prancis. Di sana suster Irene berteman dengan suster Debra (Storm Reid) yang kerap membuat masalah. Suster Irene mendapatkan tugas untuk kembali memusnahkan roh jahat yang bernama Valak (Bonnie Aarons). 

Diketahui bahwa Valak ternyata belum benar-benar menghilang dan masih meneror banyak daerah. Perjalanan suster Irene bersama suster Debra menemukan titik terang bahwa ternyata Valak berada dalam tubuh Maurice atau Frenchie (Jonas Bloquet) yang bekerja sebagai tukang di salah satu sekolah asrama Katolik.

Penglihatan Suster Irene dikelilingi Penampakan biarawati. Courtesy of IMDb

Film The Nun 2 dapat dikatakan cukup sukses dalam beberapa hal seperti jumpscare dan plot twist. Kemunculan informasi mengenai sekuel dari the Nun ini cukup membuatku skeptis, mengingat akhir dari The Nun sudah cukup jelas. 

Bagian awal film ini terasa cukup membosankan. Penggunaan adegan klasik dengan  menampilkan kehidupan dari Suster Irene dan Maurice yang akhirnya berpisah. Lalu, mulai banyak fokus pada kehidupan Maurice yang cukup romantis dengan seorang guru bernama Kate (Anna Popplewell).

Tidak ketinggalan konflik klasik dari anak remaja yaitu bullying. Meskipun bukan bullying fisik, tetapi keisengan yang dilakukan para anak remaja pada Sophie (Katelyn Rose Downy) cukup menyebalkan. Di tambah karakter Sophie yang lemah dan mudah menjadi target pembullyan cukup bikin geregetan.

Lalu, adegan di mana akhirnya suster Irene diminta untuk kembali berurusan dengan Valak. Seperti dugaan bahwa Irene menolak tugas tersebut secara terang-terangan. Namun, tidak lama muncul adegan dimana Irene menaiki kereta dan muncul Debra. Disini sebenarnya cukup memusingkan mengingat suster Irene menolak dengan tegas. Selain itu, tidak dijelaskan alasan suster Irene menerima alasan tersebut.

Sophie dan Kate. Courtesy of IMDb

Di asrama Katolik mulai terjadi keanehan seperti Maurice yang menghantamkan kepalanya pada pintu kapel, kematian kepala sekolah Madame Laurent (Suzanne Bertish) hingga sosok Valak yang kerap mengganggu Sophie. Saya sempat merasa film The Nun 2 ini hanya berisi mengenai intro kehidupan dua orang yang terpisah saja.

Namun, ketika film sudah mencapai setengah perjalanan, saat maurice pingsan selagi berdansa dengan Kate. Adegan ini menjadi tanda bahwa kisah Valak yang sesungguhnya telah dimulai. Suster Irene dan Debra datang tepat waktu dan meminta Maurice menjauhi Kate dan Sophie. Akhirnya, Valak pun merasa marah dengan tindakan Suster Irene dan merasuki Maurice. 

Adegan inilah yang akhirnya memulai teka-teki sebenarnya apa yang diinginkan Valak dengan merasuki Maurice. Plot cerita ini yang membuat The Nun 2 menarik ditonton. James Gunn berhasil membawa cerita menarik dengan Suster Irene yang ternyata adalah keturunan dari Santa Lusia. Inilah alasan mengapa suster Irene dapat selamat dari Valak meski sempat dibakar. 

Mata Santa Lusia adalah benda yang sangat powerful dan siapapun yang memilikinya akan mendapatkan kekuatan tidak terbatas. Adegan paling iconic yaitu dimana Valak disiram oleh anggur merah. Adegan ini cukup membuat geleng kepala karena terkesan sangat mudah dalam membasmi Valak. 

Konsep hitam dan putih, baik dan buruk adalah konsep mendasar yang sering digunakan dalam film horor. Bagaimana kejahatan harus dikalahkan dengan kebaikan. Tentu mencari antitesa terhadap tokoh antagonis memerlukan pemahaman mendalam tentang tokoh antagonis itu sendiri.

Suster Irene menghadapi Valak. Courtesy of IMDb

Begitupun dengan film ini dimana anggur merah yang menjadi simbol darah Yesus menjadi antitesa dari Valak. Kekuatan besar yang telah dimiliki Valak membuat suster Irene menyadari bahwa dirinya dikelilingi oleh penyimpanan anggur hingga ia mengajak suster Debra membaca Matius 26:28. 

Pesan dalam ayat yang menggambarkan bahwa anggur merah dalam cawan merupakan darah Yesus, berhasil membuat suster Irene mengambil keputusan berdoa untuk membunuh Valak sekaligus menyadarkan Maurice. 

Akhir dari film ini dapat dikatakan happy ending dengan Maurice yang memilih hidup dengan Kate dan Sophie. Namun, saat dibagian kredit akhirnya terlihat bahwa teror Valak dengan Maurice masih belum benar-benar selesai. 

Meskipun The Nun 2 adalah film horor, entah mengapa romantisme antara Maurice dan suster Irene cukup mendapatkan sorotan. Pasalnya, kedekatan keduanya seperti hanya terpisahkan oleh gelar biarawati. 

Film The Nun 2 cukup sukses dengan plot cerita yang membawa suster Irene sebagai keturunan Santa Lucia dan alasan Valak mengincar mata Santa Lucia. Kombinasi ini sangat baik mengingat tidak pernah terpikirkan bagaimana suster Irene melewati 2 tragedi yang sulit bersama Valak.

Our Score 8/10

Judul: The Nun II
Produksi: Warner Bros. Pictures
Sutradara: Michael Chaves
Penulis Cerita: Ian Goldberg, Richard Naing, Akela Cooper
Pemeran: Taissa Farmiga, Jonas Bloquet, Storm Reid, Anna Popplewell, Bonnie Aarons

Maulida Ika Cristiana
Gmail: maulidaana69@gmail.com
Instagram: maulidaic

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
UP!
Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Pinterest
Pinterest
fb-share-icon
6
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x