Categories Essay Focus

Ketika Latar Sejarah Klasik Mendominasi Imaji Tentang Indonesia dalam Video Games Global

Coba tanyakan kepada seorang investor seperti apa Indonesia. Jawabannya mungkin akan berkaitan dengan potensi market, tingkat konsumsi, dan mungkin penetrasi internet juga sosial media.

Tanyakan kepada diplomat, maka Indonesia akan ia kemas dengan hubungan bilateral, kepentingan nasional, atau aktor politik dalam arena internasional.

Setiap orang melihat Indonesia melalui kacamata pekerjaannya. Lalu, bagaimana seorang pembuat video game melihat Indonesia? Jawabannya mungkin yakni sebagai sebuah objek kreatif yang memiliki alur cerita.

Indonesia tidak harus dilihat sebagai negara dalam pengertian politik atau administratif. Ia bisa menjadi sebuah tempat untuk petualangan, sebuah peradaban untuk dimainkan, sebuah wilayah kekuasaan untuk ditaklukkan, atau sebuah ruang narasi untuk membentuk cerita alternatif.

Salah satu fakta menarik ialah ketika Indonesia masuk menjadi latar di dalam video game internasional, masa lalu Indonesia sering kali menjadi bagian yang paling menarik.

Kerajaan kuno. Majapahit. Gajah Mada. Nusantara. Wilayah Maritim. Perang.

Indonesia tampak lebih mudah dibayangkan dan dipertunjukan ketika ia belum menjadi Indonesia yang kita kenal sekarang.

Salah satu contohnya dapat dilihat dalam seri game Uncharted: Eye of Indra. Dalam game ini diceritakan karakter Nathan Drake melakukan petualangan di Indonesia untuk mencari artefak berharga yakni Eye of Indra.

Uncharted: Eye of Indra
Indonesia dalam Eye of Indra bukan sekadar nama di peta, ataupun sekedar kata dalam dialog. Ia menjadi panggung bagi sebuah cerita petualangan. Tempat yang jauh, eksotis, penuh artefak, banyak kriminal, penuh bahaya, dan menyimpan misteri.

Indonesia dipilih karena memiliki persepsi, serta imaji visual dan kultural yang dapat digunakan untuk membangun dunia dalam Uncharted: sebuah tempat yang terasa asing, menarik, dan menyimpan sesuatu yang belum ditemukan. Ia menjadi latar tempat untuk dieksplorasi.

Namun, ketika Indonesia harus menjadi sebuah peradaban yang dapat dimainkan, cara pandangnya berubah.

Civilization V, melalui ekspansi Brave New World, menghadirkan Indonesia sebagai salah satu peradaban yang dapat dimainkan. Dipimpin oleh Gajah Mada, mahapatih Majapahit yang hidup pada abad ke-14. Dalam game ini, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi lokasi. Ia menjadi sebuah entitas politik dan sejarah yang memiliki kemampuan, karakteristik, serta identitas tersendiri.

Civilization VI kemudian mengembangkan gagasan tersebut dengan menghadirkan sosok Tribhuwana Tunggadewi, sebagai pemimpin Nusantara. Permainan ini juga dipercantik dengan berbagai elemen dalam sejarah dan karakter kepulauan Nusantara.

Ada sesuatu yang menarik dari cara sebuah game strategi menggambarkan sebuah negara, yakni: Indonesia harus diterjemahkan menjadi sebuah mekanisme dengan pemimpin dan cerita.

Sehingga Indonesia harus menjadi sesuatu yang sederhana untuk dipahami oleh sistem permainan: sebuah kekuatan maritim, negara kepulauan, pusat perdagangan, atau peradaban yang memiliki sejarah besar.

Gajah Mada as a Character in Civilization V

Age of Empires II: Definitive Edition mengambil pendekatan lain. Melalui pergerakan Gajah Mada, pemain dibawa ke Jawa kuno dan mengikuti kisah ekspansi Majapahit di Nusantara. Indonesia tidak lagi sekadar sebuah peradaban yang memiliki kemampuan khusus. Ia menjadi sebuah cerita sejarah yang harus dimainkan.

Di sini, Gajah Mada bukan hanya seorang nama dalam buku sejarah. Ia menjadi tokoh utama dalam sebuah perjalanan politik dan militer. Majapahit bukan hanya sebuah kerajaan. Ia menjadi dunia permainan.

Nusantara bukan hanya konsep geografis. Ia menjadi wilayah yang harus dijelajahi, dikuasai, dan disatukan.

Empat video game tersebut menunjukkan bahwa sebuah negara tidak pernah masuk ke dalam sebuah medium tanpa mengalami proses penerjemahan.

Seorang diplomat membutuhkan Indonesia sebagai mitra politik. Seorang wisatawan mungkin melihatnya sebagai destinasi. Seorang sejarawan melihatnya sebagai rangkaian peristiwa.

Sementara itu, seorang pembuat video game membutuhkan sesuatu yang bisa dimainkan.

Bagaimana jika membayangkan Jakarta sebagai sebuah mekanisme permainan? Bagaimana mengubah kereta komuter, pusat perbelanjaan, kawasan industri, ojek daring, atau kehidupan pekerja kantoran menjadi sesuatu yang memiliki fungsi dalam sebuah game strategi?

Tentu saja bisa. Tetapi sejarah sudah menyediakan drama yang jauh lebih mudah diterjemahkan. Wilayah kekuasaan, pemimpin, kemenangan, kejayaan, dan ingatan kolektif yang terbentuk.

Dan di sinilah masa lalu Indonesia menjadi sangat berguna. Sejarah sudah menyediakan sesuatu yang sangat dibutuhkan video game: cerita dan kemenangan.

Written By

Demon Lord (Editor-in-Chief) of Monster Journal.
Film critics, and pop-culture columnist.
A bachelor in International Relations, and Master's in Public Policy.
Working as a Consultant for Communications and Public Affairs.

(radarbahurekso@gmail.com)

More From Author

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

You May Also Like